10 daysforASEAN #2: Antara Borobudur dan Angkor Wat

Image

Pertanyaan hari kedua lomba #10daysforASEAN:

Sudah pernah berwisata ke Candi Borobudur?

Sudaaaaah! *yeaaah, bangga! :D*

Meski wisata ke Borobudur telah puluhan tahun silam berlalu tapi aku masih mengingat undakan-undakan tangga menuju puncak Borobudur. Kerapatan batu-batu yang menyusun candi terbesar di Indonesia itu. Juga stupa-stupa unik yang berjajar mengelilingi candi di bagian atas dan relief-relief yang tak kupahami maknanya.

Menurut penjelasan ahli sejarah, relief Borobudur ada kemiripan dengan Candi Angkor Wat, yang berada di Kamboja. Padahal, Borobudur dibangun 3 abad sebelum Angkor Wat ada. Apakah ini menandakan bahwa negara-negara di ASEAN itu serumpun? Apa pendapatmu mengenai hal itu?

Wow! Menyenangkan sekali membaca informasi ini.

Sungguh, tak ada dalam benakku bahwa Cambodia (dahulu disebut Indocina) mencontek atau meniru karya cipta rakyat Indonesia, dalam hal ini candi. Aku justru senang sebab kesamaan ini menunjukkan bahwa kita memiliki keserumpunan dalam hal budaya dan keyakinan (yang diwakili oleh sebagian rakyat Indonesia) yakni Hindu dan Budha.

Serumpun

Dikatakan serumpun sebab berasal dari satu nenek moyang, satu keturunan.

Negara-negara yang tergabung dalam ASEAN memiliki kesamaan geografis, latar belakang (pernah dijajah atau tidak, kecuali Thailand), budaya, bahasa, agama yang dianut oleh mayoritas penduduk dan iklim yang sama.

Cambodia yang jaraknya cukup jauh dari Indonesia ternyata masih memiliki kesamaan dalam bahasa. Bisa dilihat dari beberapa kata yang kutemukan dalam peta Cambodia. Perhatikan saja nama-nama wilayah yang terdapat di peta ini. Ada nama Kampong Cham, Kampong Spoe, Kampong Thum, Kampong Chhnang, Kampong Trabek, Lhumpat, Tani. Lucuuu! :D.

Apakah ‘Kampong’ di Cambodia sama dengan kampung di dalam bahasa Indonesia? Begitu juga ‘Tani’ dengan tani dan ‘Lhumpat’ dengan lumpat (bahasa Sunda)? Bisa jadi berbeda. Meski demikian, hal ini menunjukkan kekerabatan yang erat antara Indonesia dengan Cambodia sebagai sesama negara ASEAN.

Jadi, kalau Angkor Wat dibangun tiga atau empat abad setelah pembangunan Borobudur, harusnya itu menjadi bukti bahwa kita serumpun dan semakin mempererat hubungan bilateral di antara kedua negara ini. Sebab Indonesia dan Cambodia memang telah saling berhubungan sejak sebelum Borobudur dibangun pada abad 8 atau 9 M. Walau pada mulanya Angkor Wat adalah candi Hindu, namun perlahan berubah menjadi candi untuk penganut Budha. Sama dengan Borobudur yang sejak semula memang ditujukan sebagai tempat sembahyang penganut Budha. Iya, kan?

***

Foto Borobudur dari http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Borobudur-Nothwest-view.jpg

Foto map of Cambodia dari http://www.twocambodia.com/bikesforsale.html

Image

4 thoughts on “10 daysforASEAN #2: Antara Borobudur dan Angkor Wat

  1. berhubung negara serumpun, gak hanya bangunan ya yang memiliki kesamaan, bahasa juga. eniwei, angkor wat ini artinya apa ya. saya baru tahu di sini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s