9 Ramadhan 1434 H

Hari ke-9 Ramadan dan target khatam tilawah Quran belum tercapai!
Rasanya ga tenang, deg-degan, sedih … Entahlah.

Ditambah lagi seledri susaaaah sekali ditemukan akhir-akhir ini #eh?
Namanya juga emak-emak, masak sup tanpa seledri kurang wangi.
Dicari ke Supermarket macam Fair Price sampai Prime yang ada di pasar basah, ga ketemu juga.
Baiklah, tambahkan jahe dan cengkeh saja di dalam sup, lumayan bikin harum.

Etapi, ada yang bikin senyum juga.
Itu, dua hari lalu Auf dapat kartu ucapan ‘get well soon’ dari CGH!
Belasan tahun di Singapura. Sempat ke hospital beberapa kali, tapi baru sekarang dapat perhatian berupa kartu ucapan dari rumah sakit.

Uhm … Kenapa ya si Auf bisa sampai dikirimi kartu?
Alhamdulillah sakitnya ‘cuma’ demam biasa, kok.
Uhm ….
Oh …
Mungkin karena Auf nangis kenceng kali, ya?
Disuntik dokter untuk ambil darah, nangis: hwaaaa
Dimasukkin obat ke dubur, nangis: huwaaaaa
Mau dilepas suntikan pun nangis: hwaaaaaa
Alhamdulillah sekarang Auf sehat.

Hwoaaamhh … Duh, ngantuk banget!
Allah Ta’ala baiiiiiiiiiiiiiik pisan, sejak hari pertama Ramadhan, Spore sejuk, lho …
Hari ini malah hujan sejak pagi.
Makin bikin ngantuk ….
Makanya aku nulis di blog biar enggak ngantuk.
Agak berhasil.

Tapi kalau tidur pun pasti ga nyenyak.
Ada monster di rumahku: monster setrikaan, monster cucian baju, monster detlen!
Hwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

20130718-083538.jpg

18 thoughts on “9 Ramadhan 1434 H

  1. Selamat ber-fastabiqul khairat dan sabar menghadapi monster-monster harian, mbak Febi.
    Keep in touch-nya CGH ke klien okey juga tuh 🙂
    Umumnya dapat surat ucapan itu kalo pas ultah atau momen tahun baru (semacam season’s greeting).

    • Jazakallah, Pak Iwan 🙂
      Sudah mampir dan menyuntik semangat.
      Seharusnya melihat tumpukan baju dan piring itu seperti melihat dua sisi mata uang, ya?
      Mereka bisa jadi monster tapi juga bisa jadi celengan pahala.
      Tapi, selama saya belum khatam Quran, mereka jadi monster dulu 😀

      Betul, Pak.
      Saya juga surprise. Ga nyangka CGH akan kirim kartu.
      Hebat juga kalau tiap pasien diberi kartu, ya?

      • Itu bisa menjadi celengan pahala kalau benar-benar diniatkan ibadah dalam menjaga kebersihan monster-monster baju itu, berharap baju yang bersih itu nanti yang dipakai untuk sholat, ngaji, dan hal ibadah lainnya oleh pemakainya (seluruh keluarga). Ketika ucapan zikir oleh para pemakainya berbuah pahala dari-Nya, dan penerimaannya itu meresap ke pakaian yang bersih (bebas najis), sehingga pahala-Nya mengalir juga ke yang mencuci + menyetrika baju itu.
        Begitu juga dengan monster piring, monster deadline, pasti ada nilai ibadah juga di situ 🙂

        Konsep client engagement yang dilakukan CGH itu memang inspiratif banget, menyentuh sisi empati. Lebih memilih surat via pos, daripada SMS atau email. Hal seperti ini yang bisa membuat klien loyal. Patut ditiru bagi wirausahawan, dan menganggarkannya sebagai marketing cost.

        Oiya, saya minta ijin ambil foto Kartu Ucapan-nya ya, mbak Febi, sangat bermanfaat buat tambahan content materi pelatihan saya. Jazakillah khairan.

      • Terima kasih banyak taushiyahnya, Pak.
        Manusia memang tempatnya lupa, termasuk saya.
        Nasihat ini mengingatkan saya bahwa tak ada pekerjaan (baik) yang sia-sia selama dijlani dengan ikhlas.

        Silakan save fotonya dengan menyebutkan sumbernya ya, Pak 🙂
        Saya malah tidak menyangka secuil cerita dan foto itu akan bemanfaat untuk materi pelatihan 🙂

      • Fotonya saya taruh di salah satu slide powerpoint materi pelatihan “Measuring & Managing Customer Satisfaction”. Bukan di blog. Sesuai amanah saya taruh link URL-nya. Sekali lagi, jazakillah ya.

        Saran saya untuk ke depannya, kalo naruh picture di blog, jangan lupa kasih watermark, mbak Febi 🙂

      • Terima kasih sarannya, Pak.
        Biasanya saya menyarankan teman untuk melabeli foto mereka.
        Sekarang, saya malah lupa.

        Maaf mau tanya, Bapak kan mereply tulisan saya beberapa menit setelah saya publikasikan. Apakah memang ada notifikasi ke WP Bapak?
        Bagaimana caranya? Saya tidak pernah terima notif dari WP yang saya follow. Padahal ingin baca juga tulisan teman-teman termasuk tulisan Pak Iwan.

  2. Just info, siapa tahu terlewat.

    Kampung WP ini aslinya sudah raaame banget lho, mbak Febi.
    Daftar para transmigran dari MP secara sukarela sudah dicatatkan teman-teman melalui kolom komentar pada link di bawah ini, saya tinggal bikinin tabelnya, kemudian tabel tersebut menjadi referensi. Nama mbak Febi sudah saya masukkan dalam list di tabel “Y”
    Selamat menemukan kembali teman-teman mbak Febi yang berdiaspora.

    http://iwanyuliyanto.wordpress.com/2012/09/06/list-ex-blogger-mp-yang-kini-blogger-wp/

    • Subhanallah … Lengkapnya!
      Bisa jadi referensi untuk saya. Terima kasih banyak, Pak.
      Semoga dicatat sebagai pahala krn memudahkan orang-orang bersilaturahmi.

      Saya punya WP sudah lama, jauh sebelum gonjang-ganjing MP, tapi karena gaptek, didiamkan terus. Sekarang sedang belajar mengenal WP 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s