17 Ramadan 1434

Sore ini, saat sedang menyiapkan makanan untuk ta’jil: kurma, soan papdi, cokelat cookies dan serabi pandan, aku tercenung.
Serabi manis yang akan disantap dengan kuah santan nanti adalah pemberian temanku.
Tadi siang dia datang ke rumah, mengantar serabi manis, risoles dan cheese stick.
Aku belum menyadari dia memberi dengan jumlah banyak sampai tadi, ketika aku memindah-mindahkan penganan itu ke piring.

Kemarin aku bahkan mendapat banyak oleh-oleh berbuka dari teman-teman: kue sus, kolak pisang, puding mangga, tahu kukus hingga teh kotak.

Kemarinnya lagi, temanku memberi sambal cabai hijau dan rendang, kecap manis+ sambal botol.

Kemarinnya dan kemarinnya dan kemarinnya lagi …

Subhanallah … alangkah baiknya teman-temanku.
Alangkah baiknya Allah mengelilingi diriku dengan orang-orang yang baik.

Mereka adalah keluargaku di kala keluarga senasab tinggal jauh di tanah air. Mereka adalah nikmat yang Allah hadiahkan padaku.

Pertanyaan untuk diriku: bisakah aku berlaku sebaik mereka memperlakukanku?
Mampukan aku, Ya Allah ….

Advertisements

12 Ramadan 1434 H

Jadi apa nama perasaan ini?
Ikhlas?
Seharusnya begitu dan memang begitu seharusnya.

Kukira akan bisa memberi selamat pada diri sendiri karena tersisa sekitar dua juz saja untuk mengkhatamkan putaran pertama.
Namun, takdir-Nya memintaku untuk ikhlas ketika hal yang lazim terjadi pada perempuan setiap bulan, datang. Syariat-Nya melarangku untuk shaum, shalat dan tilawah.
Mataku mengerjap-ngerjap menahan air agar tak tumpah. Ikhlas. Semoga masih ada umur untuk mengisi Ramadan dengan ibadah mahdhah, in shaa Allah …
Kalau ada yang kusesali, bukanlah kedatangan ‘sang tamu’ melainkan manajemen waktuku yang buruk.
Andai lebih banyak waktu yang kuisi dengan tilawah,
Andai tidurku lebih sedikit,
Andai makanku tak banyak,
Andai ….

Mungkin tilawahku telah khatam di hari ke-12 ini.
T_T

9 Ramadhan 1434 H

Hari ke-9 Ramadan dan target khatam tilawah Quran belum tercapai!
Rasanya ga tenang, deg-degan, sedih … Entahlah.

Ditambah lagi seledri susaaaah sekali ditemukan akhir-akhir ini #eh?
Namanya juga emak-emak, masak sup tanpa seledri kurang wangi.
Dicari ke Supermarket macam Fair Price sampai Prime yang ada di pasar basah, ga ketemu juga.
Baiklah, tambahkan jahe dan cengkeh saja di dalam sup, lumayan bikin harum.

Etapi, ada yang bikin senyum juga.
Itu, dua hari lalu Auf dapat kartu ucapan ‘get well soon’ dari CGH!
Belasan tahun di Singapura. Sempat ke hospital beberapa kali, tapi baru sekarang dapat perhatian berupa kartu ucapan dari rumah sakit.

Uhm … Kenapa ya si Auf bisa sampai dikirimi kartu?
Alhamdulillah sakitnya ‘cuma’ demam biasa, kok.
Uhm ….
Oh …
Mungkin karena Auf nangis kenceng kali, ya?
Disuntik dokter untuk ambil darah, nangis: hwaaaa
Dimasukkin obat ke dubur, nangis: huwaaaaa
Mau dilepas suntikan pun nangis: hwaaaaaa
Alhamdulillah sekarang Auf sehat.

Hwoaaamhh … Duh, ngantuk banget!
Allah Ta’ala baiiiiiiiiiiiiiik pisan, sejak hari pertama Ramadhan, Spore sejuk, lho …
Hari ini malah hujan sejak pagi.
Makin bikin ngantuk ….
Makanya aku nulis di blog biar enggak ngantuk.
Agak berhasil.

Tapi kalau tidur pun pasti ga nyenyak.
Ada monster di rumahku: monster setrikaan, monster cucian baju, monster detlen!
Hwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

20130718-083538.jpg

Welcome Ramadhan

Terima kasih, Wahai Allah ….
Kau izinkan aku menghirup sejuk Magrib pertama di bulan Ramadhan 1434 H ….

Oh, Allah,
Biarkan alveoliku mengembang sempurna meraup oksigen ampunan yang Kau embuskan di setiap detik Ramadhan.

Mudahkan dermisku mengeluarkan toksin-toksin dosa agar ringan patellaku bertekuk di sepertiga malam Ramadhan ….

Perkenankan permohonanku, Wahai Kekasih.

With love,
Yours