10 Things I Hope from GagasMedia #unforgotTEN

Singapore, 29 Juni 2013

 

Hai, Gagas!

Apa kabar?

Aku di Singapore baik-baik saja. Asap sudah berlalu :).

Eh, ga terasa, kamu sudah sepuluh tahun ya, Gas? Berarti, kamu lahir setelah aku tiga tahun menetap di Singapore. Tapi, meski jauh, aku tetap mengenalmu lho, Gas!

Kok bisa?

Sebab aku banyak menemukan bukumu di library-library Spore. Dalam hatiku sewaktu melihat buku-bukumu, nih penerbit, kaver bukunya kok kece-kece semua, sih? Pokoknya, aku ga pernah melewatkan meminjam bukumu kalau kutemukan di sana. Eh, aku enggak terus-terusan pinjam bukumu. Aku beli juga, lho. Karena jauh, biasanya aku beli di toko buku online. Cuma, baru bisa kugenggam bukumu kalau aku mudik atau ada saudaraku yang ke Spore, hiks. Jadi, kamu ngerti kan kalau aku bahagia banget saat bisa menemukanmu di rak buku library Spore?

Ups, maaf kepanjangan prolognya.

Di ultahmu yang ke sepuluh ini, aku ingin meluahkan harapanku padamu, Gas.

Harapan pertama, pertahankan ya, cover-mu yang manis, simpel, elegan dan eye catching itu. Penilaian pertama pembaca kan dari cover-nya. Kemudian isinya. Kalau cover-mu cantik berarti kamu sudah menghibur pembaca pada pandangan pertama.

Harapan kedua, kuminta isi bukumu tetap semanis dan seelegan kavermu, bergizi dan menginspirasi para pembaca. Terutama, generasi muda. Aku yakin kamu bisa jadi bagian yang ikut mencerdaskan anak-anak muda di tanah air. Biasanya, pesan-pesan lewat buku lebih ‘nendang’ ketimbang nasihat orang tua atau guru. Bukumu bisa sebagai pemberi nasihat tanpa orang merasa dinasihati apalagi digurui. Gitu, Gas. Kuharap kamu mengusung slogan ‘say no to drugs, say no to laziness, say yes to creativeness’. Sloganmu akan menyuntik semangat generasi muda, para pembaca buku-bukumu. Lalu, Indonesia akan maju dengan generasi mudanya yang dinamis. Dan bayangkan, ternyata kamu ikut berperan di sana. Luar biasa, Gas!

Banyak bukumu yang mengesankan dan membekas terus di memoriku. Let Go, The Truth About Forever, Kisah Langit Merah, Dongeng Semusim, Traveler’s Tale: Belok Kanan Barcelona, Kepada cinta: True Love Keeps No Secret, Fatbulous, Satin Merah, Sleepaholic … Ow, nanti terlalu panjang suratku kalau menulis semua judul yang kusuka. Kuperhatikan nama-nama penulisnya. Ternyata, kamu banyak melahirkan penulis-penulis baru, ya, Gas? Salut! Nah, itu harapan ketigaku. Tetap membuka peluang untuk para penulis baru atau pemula. Ok, Gas?

Harapanku yang keempat, rutin adakan lomba ya, Gas. Enggak perlu selalu lomba menulis novel. Kuis kecil-kecil semacam cerita mini atau resensi mini pun bagus asalkan rutin. Hadiahnya satu buku darimu saja sudah senang sebab inti kuis itu adalah latihan menulis. Rasanya asyik banget, berlatih menulis sekaligus dapat hadiah. Tapi, mengadakan lomba besar setahun sekali atau dua tahunan sekali, seperti Kompetisi Menulis 7 Deadly Sins itu juga keren lho, Gas!

Terus, harapan kelima. Adakan juga jumpa penulis Gagas, dong! Bisa lewat lewat online atau langsung kopi darat. Artis-artis saja sering jumpa fans, why not penulis tidak melakukan hal serupa? Nah, Gagas bisa jadi pelopornya. Mudah-mudahan anak-anak muda di negeri kita tertular semangat dan ide-ide cemerlang para penulis Gagas.

Ini harapan keenamku. Bikin kelas menulis online, dong, Gas. Atau kelas editor online atau penerjemah online. Bayar pun enggak apa-apa (asal jangan mahal-mahal. Gratis lebih oke, hihi). Jadi, aku yang jauh di luar negeri atau teman-teman di Indonesia yang tinggal di luar Jakarta tetap bisa mengikuti transfer ilmu darimu. Sip, kan, Gas?

Harapanku yang ke tujuh. Aku ingin Gagas tetap jadi penerbit yang ramah pada pembaca. Menampung masukan-masukan para pembaca untuk meningkatkan kualitas dan keterbacaanmu. Mungkin caranya bisa dengan menjadi Member of Gagas? Pendaftarannya secara online. Gagas tetapkan syarat-syarat menjadi member. Sudah baca 25 buku gagas, misalnya. Gimana, Gas?

Nah, dari Member of Gagas itu, dilanjutkan dengan Surprise from Gagas. Jadi, Gagas sesekali menghadiahi parsel buku, misalnya, untuk member yang berulang tahun atau member yang rajin meresensi buku Gagas atau member yang punya koleksi 100 buku Gagas. Dijamin, asyik banget kalau hubungan pembaca dan Gagas mesra seperti itu. Itu harapanku yang ke delapan, Gas.

Aku harap Gagas tetap jadi penerbit yang ramah pada penulis. Berkomunikasi secara profesional dengan penulis. Merespon naskah yang masuk dengan tanggap dan tepat. Aku ingin juga jadi bagian dari penulis Gagas. So, harapanku yang ke sembilan, kalau aku kirim naskah, terbitkan ya, Gas! Ya, ya, ya! Kok mengancam? 😀.

Agak malu nih menyebutkan harapan ke sepuluh. Tapi, harus kusampaikan. Apalagi? Menangkan aku dalam surat untuk Gagas ini, dong! :D.

Sudah dulu, ya, Gas. Mudah-mudahan Gagas bisa memenuhi harapan-harapanku.

Kalau jalan-jalan ke Singapore, kabar-kabari aku. Siapa tahu kita bisa ketemu dan akan kuajak kamu ke library-library yang menyimpan buku-bukumu ;).

 Jiayou, Gagas!

Salam manis,

Yudith Fabiola

Image

Advertisements

Hingga Dia Terbit (1)

Novel Finding You kutulis akhir tahun 2012 untuk kuikutsertakan di lomba penulisan yang diselenggarakan suatu penerbit. Namun, aku belum beruntung di lomba itu. Sempat sedih karena aku berharap banyak pada tulisan yang kutulis dengan penuh cinta ini. Namun, uni Dian Onasis menyemangatiku. Lalu, aku bertemu tangan-tangan lain yang Allah jadikan jalan untuk menerbitkan bukuku.

Waktu itu, penerbit BIP sedang mencari naskah. Segera kurevisi naskahku. Ternyata memang banyak bolong dan longgar di sana-sini. Kupotong, kupoles, kureparasi hingga kalimatnya menjadi efektif, EYD-nya lebih rapi, logikanya lebih rasional. Selanjutnya, aku pasrah. Di-acc syukur, tidak … nangis! :D.

Ternyata, aku mendapat kabar sangat cepat. Naskahku di-acc. Wooow! Naskahku! Aku akan punya buku solo! Oh, benarkah? Mungkinkah? Oh … Ya, Allah! Aku mendadak grogi, tidak fokus, salah tingkah, senyam-senyum sendiri membayangkan buku soloku akan terbit. Buku solo!

20130619-185857.jpg