[BATAM FF PERJUANGAN – KULI DAN PERAGAWATI]

KULI DAN PERAGAWATI

Aku meneliti area kerja yang akan kugarap.

Hmm, sulit juga medannya. Di kanan, atas dan paling belakang. Duh!

Belum apa-apa, peluh bermunculan di keningku. Padahal di sini sejuk. Atasan yang berdiri di dekatku, menambah bertalu detak jantungku.

Oh Tuhan, mampukah aku?

Kulirik sekilas rekan-rekan yang berdiri di seantero tempat ini. Semua tengah sibuk. Ada yang mengatur lampu, mengaduk semen, memilin kawat dan…

Oh, no!

Atasanku yang cantik semampai bak peragawati datang lagi.

Cepat-cepat kuraih alat. Kulekatkan pada objek kerjaku. Tuh kan, benar dugaanku. Kondisinya masih bagus. Tapi, karena posisinya mengganggu, mau tak mau memang harus disingkirkan. Kugerakkan alat bantu ke depan dan belakang. Kuputar-putar. Belum ada perubahan.

“Psstt, susah?” bisik Prita, rekanku. Ia meminjam cetakanku saat sang atasan berlalu.

“Banget!” keluhku pelan.

Aku kembali bekerja. Setengah jam berlalu dan belum ada perubahan berarti pada hasil kerjaku.

AKU BISA! AKU BISA!

Teriakku dalam hati, menyemangati diri sendiri.

Kuulang lagi gerakan depan, belakang dan memutar. Hampir satu jam dan aku masih belum berhasil mengatasinya. Keringat dingin membanjiri tengkukku. Bagaimana kalau tak selesai hari ini? Alamat buruk! Sidang komprehensif pasti diundur lagi. Wisudaku tak mungkin tahun ini. Mataku panas mengingat kemungkinan yang akan terjadi.

“Belum selesai juga?” suara atasanku menegakkan tubuhku yang lunglai.

“Sini, beri tangnya.” Ia mengambil alih pekerjaanku. Melakukan gerakan yang sama denganku. Depan, belakang, putar dengan luwes namun bertenaga.

Voila, si gigi bungsu tercabut!

Ini dia dokter gigi sejati. Bodi boleh peragawati tapi tenaga harus kuli!

Aku jadi malu hati.

***

241 kata

***

Asyik juga meramaikan lomba FFnya MPers BATAM 😉

Advertisements

[BATAM FF RINDU – DARI BALIK JENDELA]

DARI BALIK JENDELA

09.30

Kulirik jendela. Sedang apa kamu sepagi ini? Selesai shalat shubuh?

12.03

Saatku makan siang. Kamu pasti tengah menyuapi bayimu.

16.35

Oh…, please, buka jendelamu. Bukankah ini waktu luangmu? Ada seribu cerita yang ingin kubagi denganmu. Eh, kamu masih mau kan membaca ceritaku?

Mataku menerawang mengingatmu. Hariku semakin berwarna sejak mengenalmu. Tawamu, kisahmu, candamu membuatku tak bosan memilin waktu. Padahal ribuan kilometer memisahkan kita…

Jadi, sudah berapa hari kita tak jumpa? Bukan hari, tapi minggu!

18.37

Oh, come on! Kenapa jendelamu masih tertutup juga? Bukankah biasanya kau yang justru menyapaku pada jam-jam ini? Baiklah, kulanjutkan membaca novel sambil menunggumu.

22.10

What? Sudah malam!

Kamu tahu, aku bahkan tak menyadari waktu demi menunggumu. Kenapa kau tak muncul juga? Sehat-sehat sajakah dirimu? Aku tak akan tidur sebelum sempat melihatmu.

02.10

TING!

Bunyi yang telah sangat kuhapal. Suara dari dunia maya. Cepat kudorong kursi rodaku ke depan laptop. Segera mengetik.

Widya is typing…

I’m sleepy, u know! Jam dua dini hari di sini. Apa kabarmu? Kamu sehat? Lama nian kita tak ‘ketemu’? Aku menunggumu sampai-sampai begadang, lho!

Aisha Deepjyoti is typing…

Haha. Here is 10 pm. Too early to sleep. Sorry, dear, I’m busy nowadays…

Lalu, mengalirlah ceritamu tentang negerimu nun jauh di lautan India, tentang anak-anakmu, tentang hobimu, tentang semua yang mampu membuatku tersenyum!

Ah, Aisha, selama aku baca kabarmu, tahu dirimu sehat, meski hanya lewat jendela Facebook, kangenku sama kamu tuntas sudah sahabat!

***

232 kata

***

Setelah sekian lama tidak menulis FF, mencoba-coba peruntungan di sini ^_^ –> lomba FF MP-ers BATAM