[Lomba Menulis Teman Maya] Guru Yang Merunduk

Jul 29, ’09 11:25 PM

Assalamu’alaikum wr wb

Mbak Fe,
Novi bikin acara seru, nulis cerita estafet bareng2. yg mau ikutan lumayan udah ngumpul.
Satu novel 3-4 orang kira2. (novel anak atau remaja).
Yah minimal buat latian nulis dan dipasang di MP hehe…
Syukur2 bisa diterbitkan kayak Mas iwok dkk itu.

 Kalau mb fe mau ikutan, PM ke novi  ya…diskusinya di PM-nya Novi.
Ditunggu sampai hari ini doang hehe…kalo kelamaan takut nggak semangat lagi, kata Novi :))

See you there, mbak :))

 

PM Penuh Kesan

‘Surat pribadi’ di atas ialah salah satu surat mengesankan dari ratusan PM yang mengisi inboxku. Bagaimana tidak mengesankan jika dikirim oleh seseorang yang kukagumi karena keuletannya menulis review buku bacaannya? Bukan sekedar mereview, tapi mereview dengan renyah. Tuntas membaca ulasannya, aku pasti dibuat penasaran ingin membaca buku yang sama.

Pertemanan kami di dunia MP pun belum lama. Sekitar tahun 2008. Aku tak berharap banyak dari hubungan maya ini. Bisa membaca resensi buku yang ditulisnya sudah cukup untukku. Sebab, aku yang masih bau kencur di dunia tulis menulis perlu banyak belajar dari tulisan para penulis yang karyanya bertebaran di seantero media, beliau salah satunya.

Jadi, kalau seorang penulis sekaliber beliau mengajakku menulis cerita estafet (tuh, istilahnya saja baru kutahu sekarang), masa iya kutolak? Beliau belum tentu sempat mengirim PM dua kali untuk mengajakku gabung, kan? Jadi, dengan hati berbunga-bunga, kusambut ajakannya untuk menulis cerfet. Apa pula cerfet itu? Tak tahulah, yang penting ikut dulu.

Ternyataaa…cerfet ituuu, oh…aduh, ehmm…asyik banget! Seru! Apalagi aku dapat rekan penulis yang super semangat. Jadi, cerita yang nampaknya tidak mungkin selesai, malah kelar dan terbit! Seperti yang kualami beberapa waktu lalu. Cerita estafet yang kutulis bersama dua rekanku, berhasil terbit dengan jasa indie publishing. Tak terkira senangnya hatiku. Dan, pada siapa harus kuhaturkan terima kasih atas jasanya mengajakku menulis cerfet? Tentu saja, beliau.

 

Sang Suhu FF

Tidak hanya cerfet, dari beliau pula kukenal lebih jauh Flash Fiction atau yang beken disingkat FF. Waaah…apa pula ini? Dengan membaca-baca FF karyanya, aku jadi manggut-manggut tahu tentang FF. Beliau pun sangat rajin menelurkan FF. Sama seperti resensi buku yang ditulisnya, FF yang lahir dari ketikan jemarinya tak kalah ‘renyah dan kriuk-kriuk’.

Untuk setiap FF yang di
tulisnya, kalimat pembuka FF sudah menyeretku ke rasa penasaran.
Endingnya, membuatku menghela napas karena penuh kejutan. Luar biasa! Kepiawaiannya menulis FF terbukti dengan dirinya menjadi juara satu lomba FF yang diadakan oleh Batam Pos beberapa waktu lalu. Aku menjulukinya sang Suhu FF.

Sejak saat itu, aku jadi semangat meniru dirinya untuk menulis FF juga. Dengan percaya diri aku pun mengirim FF ke Batam Pos (alhamdulillah dimuat, fiuuuh…). Aku juga ikut lomba FF di sana-sini (sayangnya belum nyangkut jadi juara, ihiks). Dan, tak ada orang yang lebih kurepotkan untuk memberi saran-kritik-penilaian terhadap FFku selain beliau. Hampir tiap FF yang kubuat akan kusodorkan pada dirinya. Rasanya senang kalau FFku sudah dibaca dan diselisik olehnya.

Namun, sampai hari ini, ia tak pernah menguliti, membedah apalagi membantai tulisanku. Ia begitu santun dan halus (bayangkan, tak pernah sekalipun ia memanggilku tanpa didahului ‘Mbak’. Padahal di kemudian hari aku tahu, usianya beberapa tahun di atasku). Ia memberi saran dan kritik dengan cara yang lembut, sampai-sampai aku tak merasa bahwa tulisanku tengah dipreteli. Bagiku, tak berlebihan jika ia kusebut guru yang rendah hati. Selayaknya padi yang semakin gemuk, semakin merunduk.

Ia ‘guru’ yang pandai menulis. Piawai menerjemahkan buku English ke bahasa Indonesia (UGLIES dan PRETTIES adalah buku-buku yang diterjemahkannya dan diterbitkan MATAHATI). Eh, mahir menggambar juga! Ada lagi, beliau menjahit masker unik untuk digunakannya ketika bermotor. Dan betapa berharganya masker itu sebab tak lama setelah ia menampilkan fotonya di MP, Merapi batuk-batuk! 

Keahlian dan keterampilannya membuatku kagum. Tapi, ada satu lagi yang membuatku kagum plus haru. Apa itu? Ia selalu menyempatkan diri menyapaku lewat PM. Menanyakan kabarku, mengucapkan selamat, berbagi cerita dll. Hal ini membuatku merasa berharga, padahal aku bukan siapa-siapa. Memberi tak pernah, lebih sering bikin susah karena menuntutnya membaca tulisanku dan lain-lainnya.

 

Di Mana Kliknya?

Kami jelas-jelas berbeda. Beliau penyuka fiksi misteri bahkan horor. Aku penggemar fiksi sejarah dan romantis. Beliau mengaku jarang bisa menamatkan novel sejarah. Sedang aku, tersendat-sendat membaca novel misteri. Apalagi Horror. No way!

Jadi, di mana kliknya? Terkadang, klik tidak bisa diwakili kata-kata (sok berfalsafah). Merasa nyaman berinteraksi dengan seseorang, sudah cukup untuk kuanggap klik.  Apalagi dengan beliau, aku tak hanya nyaman tapi memperoleh banyak, tak berbilang. Apakah beliau merasa nyaman denganku? Oh…aku tak tahu, semoga saja. Meski aku sangat sadar, tak ada apapun yang bisa dipetik dariku.

Eh ya, pernah dengar nama Johana Spyri? Nah, beliau lebih kurang seperti itu. Maksudku, Johana tak pernah mau menampilkan dirinya. Ia ingin orang membaca dirinya lewat karyanya. Begitu pula dengan teman mayaku ini. Percuma saja mengacak-acak Multiply dan Facebooknya, tak mungkin menemukan sehelaipun fotonya. Isi MP dan FBnya adalah prestasinya. Yang kutahu, ia ibu dari dua anak, tinggal di Yogya, berperawakan manis, mungil dan awet muda (kata teman-teman yang sudah kopdar dengannya). Aku pun menduga ia lebih muda dariku jika membaca reviewnya yang sering mengulas buku anak. Jadi, dengan sangat percaya diri kupanggil Yunita tanpa tedeng aling-aling, tanpa tambahan Mbak, Kakak, Jeng etc, ketika kami baru-baru kenal…



Feb 10, ’08 5:54 PM


Assalamu’alaikum mbak febi…-)
ketemu lagi…hehe…
bentar lagi saya kirim invitation yaa…

wass
-yunita

 

dan dengan pedenya kubalas:

Waalaikumsalam Nita (huwaaa….maaaf Mbak Nita…:”>)

makasih yaa invitationnya. seneng bisa kenalan dengan penulis rajin seperti yunita 🙂

(Duh, malunyaaa…).


=================

Tulisan ketiga untuk lomba Menulis Teman Maya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s