[Lomba Menulis Teman Maya] DUO GADIS BANJAR


Assalamualaikum…

 Napa habar? lawaslah kada badadapatan?

 

Perkenalan

Maafkan saya karena tidak mengingat dengan detil awal perjumpaan kita. Yang masih melekat di memori adalah kalian lebih dulu mengundang saya untuk berteman di Multiply. Apa yang ada di benak saya saat itu pun, saya tak pasti sebab begitu mudah mengaccept invitation yang datang darimu berdua. Biasanya, saya tak langsung menerima, apalagi kalau belum ‘kenal’ dengan si pengundang. Saya jujur saja, terkadang feeling menjadi parameter dalam menerima atau menolak undangan seseorang di Multiply. 


Oy…Oy, Siapa Dia?

Pertemuan kita berlanjut dengan anjangsana ke rumah masing-masing. Saling membaca dan mereply coretan-coretan kita. Saya senang sekali karena kalian berdua nampaknya tidak pernah melewatkan suguhan saya di rumah maya ini. Komentar-komentar ringan yang kalian tulis di kolom reply menyunggingkan lengkung sabit di bibir saya.

Dari hidangan-hidangan yang tersaji di rumahmu berdua, saya jadi tahu asal kalian yang dari pulau Borneo. Wah…asyik nih, punya teman baru dari pulau terbesar di Indonesia, saya membatin. Sejak saat itu, saya lebih memerhatikan replyan di kolom tulisan kalian dengan lebih teliti. Saya penyuka bahasa daerah, dari replyan itu saya mendapati beberapa kosa kata bahasa Banjar. Saya jadi kenal ‘pian’ dan ‘ulun’. Selama ini saya hanya tahu ‘ikam handak kamana’ saja . Sejak saat itu pula, dengan PDnya saya menggunakan dua kata tadi dalam silaturahmi kita tanpa bertanya dulu artinya pada kalian. Dengan yakin saya menyebut pian untuk diri sendiri dan ulun untuk kamu. Padahal terbalik! O…o.

Pertemanan kita di Multiply bersambung ke jejaring sosial tetangga. Apalagi kalau bukan Facebook? Senang juga bisa menyambung tali online di sana. Pian berdua selalu mendukung tulisan yang ulun sertakan di lomba. Rajin mengetag ulun dan sering memberi info lomba pada ulun. Tapi, tak ada yang lebih berkesan daripada ini…


Sapa-Sapa Sederhana Antung

Hampir tiap hari pian menyapa ulun di chatbox Facebook. Sapaan-sapaan sederhana, seperti ini:

Mbak,

Apa kabar?

Sedang apa?

Nulis apa sekarang?

Ikut lomba apa?

Mbaaak, tulisan Mbak menang di sana lho! 

Hampir tiap hari!

Mulanya ulun biasa-biasa saja mendapat sapaan itu. Lama-lama ulun berpikir, alangkah baiknya pian. Sapa-sapa sederhana tadi berarti pian perhatian dan sayang pada orang yang pian sapa. Menandakan pian tak pelit waktu dan empati (menyediakan beberapa detik untuk sekedar menyapa, bukan perkara ringan menurut ulun). Rasanya ada yang kurang jika sehari tak membaca kalimat-kalimat singkat dari pian yang menghiasi layar Facebook ulun.


Perhatian-Perhatian Kecil

Ada sejuk yang merambati hati ketika membaca status di wall pian beberapa waktu lalu,

Semangat membacaku meletup-letup setiap membaca postingan mbak Sinta Nisfuanna, Ibu Dewayanie Prasetio dan mbak Yudith Fabiola di akhir bulan, memaparkan buku2 yang mereka baca di bulan tersebut. 🙂

Duh pian…, isi status itu justru menyentil ulun, apakah ulun telah demikian baik untuk bisa menginspirasi pian? Sedangkan selama ini, selalu ulun yang mendapat inspirasi dari banyak orang, termasuk pian. Ulun jadi teringat, betapa pian juga senantiasa memerhatikan ulun, pembaca setia corat-coret ulun, selalu menyempatkan singgah setelah ulun tag.

Oh ya, makasih sudah mengingatkan ulun tidak memanggil Hairi padamu karena pian lebih suka dipanggil dengan nama belakang, ya kan?


Klik?

Ulun tak tahu apakah pian berdua merasa klik dengan ulun. Jangan-jangan ulun saja yang gede rasa ya? Haha. Untuk ulun, merasa klik tidak harus jalan berdua terus, seia-sekata melulu hingga sungkan memberi saran atau kritik. Bagi ulun, sapaan pian berdua selama pertemanan kita di dunia maya
cukup untuk membuat hati ulun klik dengan pian. Sebaliknya, mohon maaf jika ulun belum bisa membalas semua kebaikan pian berdua dengan uluran sapa dan perhatian yang sama…

Semoga pertemanan kita awet langgeng ya, Antung Apriana dan Hairi Yanti .

=========

Keterangan:

ulun: saya, sopan

pian: kamu, sopan

Ikam handak kamana: kamu mau kemana?

Napa habar? lawaslah kada badadapatan?: apa kabar? lama tidak kelihatan



Mbak Dewayanie, aku ikut lombamu niiih :D.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s