[Lomba Omaliman] Happy Ending

HAPPY ENDING


“Bella!” seru Omaliman kaget.

“Sudah lama sekali…!” nada suaranya sangat gembira. “Berapa tahun kita tak jumpa?” Omaliman masih terpana pada sosok di hadapannya. Sosok yang sering menjadi bunga dalam mimpi-mimpinya. Sedang ia adalah kumbang yang selalu kalah saing dengan kumbang lain jika hendak menghampiri sang bunga. Kini, bunga itu hadir di hadapannya.

Bella tersenyum canggung.

“Begini, Oma…” suara Bella terdengar ragu. Bella tampak gelisah. Ia berjalan mondar-mandir.

“Katakan saja, Bella…” Omaliman berharap Bella akan mengatakan kangen atau kesepian tanpanya atau menanti-nanti kehadirannya selama ini atau…

“Aku memerlukan bantuanmu!” tegas suara Bella memotong khayalan Omaliman. Meski kecewa, Omaliman tersenyum. Tak ingin Bella membaca kekecewaannya. Selalu, sejak dulu, sejak mereka masih sama-sama satu sekolah, Bella datang hanya untuk meminta bantuannya. 

“Edward dan seluruh penduduk di kecamatan Forks menderita penyakit aneh. Kamu harus menengok dan menolong menyembuhkan mereka!” sahut Bella tanpa tedeng aling-aling.

Omaliman termenung. Jadi…Edward alasan Bella ke sini. Mengapa nama itu selalu mengikuti Bella?

“Aku bersedia, Bella, tapi…” sejak dulu Omaliman selalu membantu Bella tanpa syarat. Namun, kali ini Omaliman tak ingin melepas Bella begitu saja. 

“Tapi kenapa Oma?” seru Bella tak sabar. Tidak biasanya Omaliman mengatakan tapi untuk setiap permintaan Bella.

“Aku hanya minta satu syarat padamu jika aku berhasil menyembuhkan mereka…”

“Apa itu?”

Dan Bella ternganga mendengar persyaratannya.

*****

Omaliman mendatangi PUSKESVAM setempat. Benar kata Bella, Edward dan seluruh penduduk di sana terserang penyakit yang aneh. Gusi mereka bengkak dan berdarah. Tidak sedikit yang mengalami demam.

Ketika memeriksa gusi Edward,

“Ini sih kurang vitamin C! Dasar vam…” sungut Omaliman.

“Apa?” tanya Bella.

“Oh, tidak. Bukan apa-apa,” kata Omaliman kikuk.

Selain masalah gusi berdarah, mereka pun banyak yang memiliki karang gigi. Omaliman bekerja keras membersihkan karang gigi yang menempel kuat pada gigi Edward dan penduduk di sana.

“Gini nih kalo ga perhatian ama gigi. Bella…Bella, cowok punya karang gigi kok didemenin?” gerutu Omaliman pelan ketika mencangkul karang gigi Edward.

“Apa?” tanya Bella.

“Eh, tidak. Bukan apa-apa, kok.” Omaliman ingin menepuk jidatnya. Lupa kalau orang yang berdiri di dekatnya saat ini adalah Bella. Menjadi asisten sementaranya.

Bukan cuma karang gigi, gigi taring mereka pun bermasalah. Kecoklatan, berlubang dan aus. Sesuatu yang jarang terjadi pada gigi taring. Kasus ini yang paling berat untuk ditangani Omaliman. Sebab ia harus menambal dan membuat gigi yang aus menjadi tajam lagi. Kalau tidak, Edward dan seluruh masyarakat di kecamatan ini akan pensiun dari pekerjaannya mengisap darah. Perlu diketahui, Omaliman bersedia menolong sebab mereka para pengisap darah baik hati. Mereka hanya mengisap darah orang-orang tertentu. Misalnya, orang yang dipatuk ular, digigit lintah, disengat kalajengking, yang kecanduan narkoba, dll. Mereka mengisap darah untuk mengeluarkan racun ular atau racun lintah atau racun kalajengking atau racun narkoba pada tubuh orang tersebut. Mereka para pengisap darah yang berjiwa sosial.

*****

“Edward, aku telah berjanji padanya,” suara Bella serak. Edward Cullen menusuk Bella dengan tatapan luka.

“Aku…berjanji… memenuhi persyaratan yang diajukannya untuk menyembuhkanmu… dan masyarakat di kecamatan ini…” kalimat Bella patah-patah. Airmata tumpah membasahi pipinya. 

“Aku tak tahan melihatmu menderita, Edward…” ujar Bella sambil menghapus airmatanya.

“Dia bukan lelaki idamanku, sungguh!” seru Bella.

Sosok Omaliman yang kurus, hitam, berjenggot dan suka ngupil melintas dalam pikirannya. Tanpa sadar Bella bergidik ngeri. Mengapa manusia asli malah seperti jejadian? Sedang Edward yang vampir malah terlihat sempurna? Batin Bella sedih.

“Tapi, aku tak punya pilihan lain, hanya Omaliman yang bisa membantu kalian kemarin,” sentak Bella.  Edward membisu.

“Aku, kau dan semua orang di sini berhutang budi pada Omaliman…” kata Bella di sela-sela tangisnya.

“Maafkan aku, Edward…” Bella memeluk Edward lalu berlari pulang.

*****

Omaliman memang dokter gigi yang mumpuni. Edward dan seluruh penduduk di Forks sembuh lewat tangan dinginnya. Omaliman  dan Bella mendatangi mereka tiga setengah minggu kemudian. Menemui Edward dan beberapa penduduk di sana untuk menyerahkan undangan.

Edward menatap masygul undangan itu. Di dalamnya terukir nama Bella dan Omaliman dengan tinta emas.

Akan menikah:

Isabella Swan

(Putri Bapak dan Ibu Swan)

Dengan

Drg. Omaliman, Sp. Givam

(Putra Bapak Oma dan Ibu Liman)

*****

Keterangan: 

PUSKESVAM: Pusat Kesehatan Vampir

DRG: dokter gigi

Sp. Givam: Spesialis Gigi Vampir

*****

Tulisan ini disertakan dalam lomba fanfic yang diadakan oleh carrotsoup, bagi yang mau ikutan lomba, silakan mampir ke http://carrotsoup.multiply.com/journal/item/245/Perlombaan_Omaliman

Perhatian:

Nama tokoh, singkatan dan gelar akademik dalam kisah ini adalah fiksi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s