(ORDINARY MOM) Dahsyatnya Pijatan Mama

 

Dahsyatnya Pijatan Mama

 

“Duuuh, Mama kasihan sama kamu, setrikaan sampai menggunung gitu,” seru Mamaku demi melihat tumpukan pakaian yang menjulang di kamarku. Aku nyengir malu.

“Sini, Mama setrikain!” Nah… ini bagian yang enak sekaligus bikin malu hati kuadrat.

Begitulah Mamaku. Orangnya resik. Tidak betah lihat rumah berantakan, setrikaan membukit, lantai berdebu, kamar mandi melicin. Meski begitu, Mama tidak misuh-misuh, malah ia turun tangan membantu semua pekerjaan itu. Kalau Mama main ke rumahku, menengok cucu-cucunya, biasanya rumahku akan kinclong. Bukan aku yang membersihkan, tapi Mama. Aku ga punya maksud memberdayakan orang tua, lho. Jadi jangan laporkan aku ke KOMNASHAM ORTU (emang ada?). Beberes rumah itu murni kehendak Mama dengan sukarela tanpa paksaan. Bukan cuma beberes rumah yang dilakoninya, memasak juga ditanganinya. Jadi, rumah beres, perut juga kenyang. Aku heran melihat mama mengerjakan semua itu dengan tampang cool. Tidak terlihat capek, malah nampak sangat menikmati pekerjaannya. Aku sampai nyeletuk ke Mama, “Ma, emang nyapu dan ngepel tuh enak ya?” Mama menjawab dengan tawa.

Lazimnya, setelah beberes rumah pasti penat, kan? Hebatnya mamaku (dan betapa ga tau dirinya aku) adalah ia menawarkan pijatan untukku. Haaa? Ga salah nih, Ma? Yang beberes siapa, yang capek siapa, yang dipijat siapa?

“Kasihan, kamu kan capek,” kata Mama. Ihhh…Mama nyindir apa nyindir niiih? Masa, aku yang cuma mengurus dua anak dikasihani, dibilang capek? Tapi, namanya rejeki masa kutolak, sih? Pijatan mama gitu, lho. Dahsyatnya luar biasa! Walau mengerjakan banyak pekerjaan rumah, tangan mama tetap halus (beda banget dengan tanganku). Jadi, ketika memijat terasa maknyus sampai bikin mataku kriyep-kriyep mengantuk.

Kalau mama memijat kening, dari arah alis mata terus ke atas, si kening bisa sampai bunyi CTUK CTUK. Enaaak banget! Kenapa bisa bunyi? Aku juga ga tahu. Kalau aku pusing, Mama memijat telapak tanganku yang dekat ibu jari, juga mengurut lenganku. Tidak lama kemudian, aku bersendawa-sendawa. Eh, pusingku hilang. Kalau sakit asmaku kambuh, Mama memijat punggungku, diantara ruas tulang belakang dari mulai leher hingga pinggang. Duuuh, nikmatnyaaa. Ngak-ngik-ngukku hilang, napasku pun ringan. Bukan cuma aku yang mengakui dahsyatnya pijatan Mama, papaku juga. Beliau bisa tidur mendengkur ngrok-ngrok-ngrok cuma dengan dipijat kepalanya oleh Mama. Adikku yang masuk angin, alhamdulillah sembuh dipijat Mama. Tidak hanya ketika melihat aku capek, mama memijatku. Kadang-kadang, tidak ada angin tidak ada hujan, sambil duduk-duduk ngobrol, mama menawari memijat tangan atau kepalaku. Sepertinya ‘naluri pemijatan’ begitu tinggi dalam diri mama (hehe, peace, Ma!).

Pernah lho, mamaku dan temannya jalan-jalan di bawah blok. Lalu duduk-duduk di bangku taman. Kemudian bertemu dan berkenalan dengan seorang wanita India (selanjutnya disingkat WI). Mereka pun bercakap-cakap. WI dengan bahasa Melayu yang terbatas, mamaku dengan bahasa Inggris yang minim. Entah bagaimana mulanya, percakapan jadi ke topik pijat memijat dan mamaku menawarkan jasanya untuk memijat telapak tangan si WI. Eh…si WI terlena, dong, terus meminta mama untuk memijatnya di rumahnya. Mama dan temannya memenuhi permintaannya. Keesokan hari mama mendatangi rumahnya dan dilaksanakanlah acara pijat memijat itu. Cuma pijatan ringan seputar tangan. Eh…tak dinyana, si WI memberi mama ‘upah’ 25 dollar. CLING…otakku mendadak cemerlang setelah mendengar cerita mama. “Apa perlu kita pasang pengumuman? Bunyinya begini:

Mdm Salina

Expert in massage

Fixed price

Palm and back palm 23 dollar

Leg 25 dollar

Wrist-elbow 50 dollar

Etc

Lumayan kan, Ma, uangnya bisa buat jajan di Lucky Plaza Orchard? Hehe, peaceee, Ma!”

Just kidding, Maaa. Kenyataannya, tidak adalah pengumuman itu. Mana bisa sembarang buka panti pijat di Singapore?

Kabarnya, dalam waktu dekat ini Mama akan mengunjungiku lagi. Semoga saja. Rasanya sudah tidak sabar pingin dipijat Mama. Ga kuat kalau panggil tukang pijat di Singapore. Sekali pijat keluar 50 dollar. Lebih asyik sama Mama, gratis! Bayarannya cukup teh, nasi uduk dan ikan sardencis.

Tulisan ini dibuat untuk meramaikan lombanya Teh Triani: http://www.facebook.com/note.php?note_id=409156612678 

Pesan sponsor: doain menang yaaa 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s