Goodie Bag Untuk Penulis

Goodie bag ini untuk penulis. Tapi, untuk saya yang baru belajar menulis juga boleh dong ikutan ngintip-ngintip isinya :D.
Jadi, ‘goodie bag‘ ini saya temukan ketika membaca The Sacred Romance of King Sulayman & Queen Sheba’. Pemberi goodie bag adalah Ust. M. Fauzhil Adhim di bagian akhir dari buku fiksi melankolik itu. Beliau bilang, lebih kurangnya begini (lupa redaksi lengkapnya karena bukunya sudah dikembalikan ke library), untuk menulis, penulis perlu memiliki tiga hal ini:

1. Idealisme yang memperkuat ruh.
Idealisme membuat tulisan menjadi bertenaga dan menggerakkan pembaca. Saya sebagai pembaca bisa merasakan aura ini. Tulisan yang bertenaga biasanya tidak sekedar menghibur tapi memberi dorongan pada pembaca untuk berubah ke arah yang lebih baik. Sayangnya, saya belum mampu menghasilkan tulisan seperti itu

2. Bekal ilmu yang memadai
Plis deh, kalau masih ada yang bilang menulis itu pekerjaan tukang mengkhayal, tolong dipikirkan kembali. Menulis nonfiksi jelas harus punya modal ilmu, menulis fiksi pun sama aja. Terlebih fiksi sejarah dan sains, begitu kata pak Fauzhil.
So, kalau mau jadi penulis kudu banyak baca buku dan ‘baca’ selain buku atau bumbata bar-bar..
Bumbata bar-bar = bukamatabukatelinga lebar-lebar 😀

3. Keindahan bertutur
Keindahan bertutur perlu dalam fiksi. Aneh aja kalau baca fiksi bahasanya kaku, kan?

Nah, itulah goodie bag untuk penulis dari Ust. Fauzhil Adhim.
Asyik, kan?.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s