Berapa Buku di Oktober?

Saya harus berterimakasih kepada anak saya karena sering meminta saya membacakan buku untuknya. Dari seluruh buku yang terbaca di bulan Oktober, setengahnya adalah buku anak-anak yakni no 3, 4, 6, 8, 12, 13, 14, 15 dan 18 😀.

1. Takhta Nirwana (TASARO)****

2. Galaksi Kinanthi: Sekali Mencintai Sudah itu Mati? (TASARO)*****

3. Tarantula (Welcome Books) (EdanaEckart)****

4. Scary Snakes (Monica Hughes)****

5. Langit Masih Biru (Ifa Avianty)***

6. My Day Out (LynnBreeze)***

7. Cinta Adinda (Afifah Afra)***

8. The Little Pickpocket (David Katz)***

9. Tembang Cinta Dari Pesantren (Dodo Widarda)**

10. Ketika Elang Kembali ke Sarang (Nr. Ina Huda)***

11. Gadis Jeruk: Sebuah Dongeng Tentang Kehidupan (Jostein Gardeer)***

12. Find the Specs (Catherine Storr)***

13. Hot and Cold (Karen Bryant-Mole)***

14. Queen of the Universe (Libby Gleeson)****

15. Jika aku jadi…pemadam kebakaran (Ryu Tri)***

16. The Sacred Romance of King Sulaiman & Queen Sheba (Waheeda El-Humayra)****

17. Ustaz Jaka, Izinkan Aku Menjitakmu! Pliiis… (Hanggarini Hapsari)***

18. Stina (Lena Anderson)***

Adakah di antara buku-buku itu yang telah temans baca?
Pasti! 🙂

Advertisements

A Trip To The Zoo by Annida

Tulisan lain Annida (8 tahun). Emaknya sedang rajin mengarsipkan di sini, padahal Annida punya MP sendiri :D.

A TRIP TO THE ZOO

It was a beautiful morning. The sky was clear and blue. It was Sunday. Bella and her parents went to Singapore Zoo at 11.30 am in the morning.

When they arrived at the zoo, they bought some tickets to go in to the zoo. Then, Bella wanted to see many animals in the zoo.


After they felt tired, Bella and her parents had lunch before they came home. They had lunch at 2.45 pm in the afternoon. Finally, they came home at 3.00 pm.

Bella felt very happy because she could go to the Singapore zoo. She wished she could go to the Singapore zoo again one day.

My Family in Singapore by Annida

Annida, anak saya (8 tahun) menulis poetry. Sangat sederhana. Masih perlu belajar lagi. Tapi, saya sangat menghargai keinginannya untuk menulis mengingat dia tidak suka menulis.
“Capek…” katanya sewaktu saya tanya alasannya. Jadi, inilah sajak yang dia tulis tadi:


My Family in Singapore


I my mother. She is pretty.
I also my father. He is handsome.
I also my little brother, Aufal. He is cute.

These all are my lovely family in Singapore.

Tanda Love diatas saya bubuhkan karena Annida memang menggambar ikon itu di kertas tempat ia menulis puisinya.

(Bukan Puisi) Cinta Yang Pamrih



Aku cukup tahu diri untuk tidak meminta menggantikan tahta di hati mereka.

Bahwa aku mungkin cukup terbersit dihati.

Bukan untuk mengendap di kedalamannya.

Dan adalah kekeliruan jika aku meminta mereka menatap cintaku.

Meski aku menelusuri waktu untuk memahaminya.

Hingga hatiku mantap memahat tekad

Hanya satu cinta yang pamrih

Cintaku ketika mencintaiMu


Buka-buka ‘lemari’ nemu tulisan lama, yasud, dipasanglah disini…:)

Goodie Bag Untuk Penulis

Goodie bag ini untuk penulis. Tapi, untuk saya yang baru belajar menulis juga boleh dong ikutan ngintip-ngintip isinya :D.
Jadi, ‘goodie bag‘ ini saya temukan ketika membaca The Sacred Romance of King Sulayman & Queen Sheba’. Pemberi goodie bag adalah Ust. M. Fauzhil Adhim di bagian akhir dari buku fiksi melankolik itu. Beliau bilang, lebih kurangnya begini (lupa redaksi lengkapnya karena bukunya sudah dikembalikan ke library), untuk menulis, penulis perlu memiliki tiga hal ini:

1. Idealisme yang memperkuat ruh.
Idealisme membuat tulisan menjadi bertenaga dan menggerakkan pembaca. Saya sebagai pembaca bisa merasakan aura ini. Tulisan yang bertenaga biasanya tidak sekedar menghibur tapi memberi dorongan pada pembaca untuk berubah ke arah yang lebih baik. Sayangnya, saya belum mampu menghasilkan tulisan seperti itu

2. Bekal ilmu yang memadai
Plis deh, kalau masih ada yang bilang menulis itu pekerjaan tukang mengkhayal, tolong dipikirkan kembali. Menulis nonfiksi jelas harus punya modal ilmu, menulis fiksi pun sama aja. Terlebih fiksi sejarah dan sains, begitu kata pak Fauzhil.
So, kalau mau jadi penulis kudu banyak baca buku dan ‘baca’ selain buku atau bumbata bar-bar..
Bumbata bar-bar = bukamatabukatelinga lebar-lebar 😀

3. Keindahan bertutur
Keindahan bertutur perlu dalam fiksi. Aneh aja kalau baca fiksi bahasanya kaku, kan?

Nah, itulah goodie bag untuk penulis dari Ust. Fauzhil Adhim.
Asyik, kan?.