Berapa Buku Di Agustus?

Bulan ini hanya mencapai setengah bacaan bulan lalu. Bacaan fiksi dewasa maksudnya. Baca sih buku nonfiksi tapi ga bisa ditulis disinilah karena baca buku nonfiksi jarang sampai tamat. Kecuali nonfiksi ringan setipe buku Chicken Soup For Soul yang sedang booming sekarang (apa ya istilahnya? nonfiksi populer?). Buku anak-anak juga dibaca, kalau ga malas akan ditulis judulnya disini. Tapi, buku anak-anak hampir tiap hari dibaca (dan itu-itu saja :D) karena si Mas cilik (3 tahun) selalu minta dibacakan buku sebelum tidur.

1. A Thousand Splendid Suns. Khaled Hosseini****
Buku ini sudah bertengger…setahun kali di rak buku! Baru disempatkan menuntaskannya bulan kemarin. Suka dengan tema yang diangkat
. Alurnya juga engga terduga. Tapi ada ganjalan sedikit mengenai isinya. Kenapa ya Laila yang ‘selamat’? Kenapa bukan Maryam? Padahal Laila dan Tariq melakukan dosa tapi mengapa dapat akhir yang ‘bahagia’?

2. Burning Sea: Bara Cinta di Tengah Deru Perang. Jhon Shors**
Beli buku ini karena lihat nama penulisnya. Taj Mahal sulit untuk saya lupakan karenanya waktu beli buku ini saya berharap mendapat kesan mendalam yang sama dengan ketika membaca Taj Mahal. Tapi, saya kecewa…

3. Good-Bye Pie! A First Book of Subtraction. Tim Healy****
Buku anak-anak. Lucu juga. Mengajarkan berhitung lewa
t cerita.

4. Contra Veritas. Adilla Anggraini***
Buku ini udah lama banget ada di rak buku. Penulisnya langsung yang memberikannya ke saya. Baru sempat baca bulan ini. Dan setelah membacanya: salut untuk Adilla!

5. Hafalan Shalat Delisa. Tere-Liye****
Buku ini sudah dibicarakan dimana-mana. Tapi, baru kemarin-kemarin saya tergerak membacanya. Ternyata isinya memang bagus. Tere pintar mengangkat kisah Tsunami dari sisi berbeda. Cuma, saya terganggu dengan footnote-footnotenya.

6. Negeri van Oranje. Wahyuningrat***
Isinya lucu, seru, asyik. Banyak tips-tips berguna yang bisa dipakai kalau mau ke Belanda. Kapaaan juga ke Belandanya? 😀

7. The Last Empress. Anchee Min****
Ternyata, saya pernah membaca kisah yang sama tentang Tzu Hsi di MAHARANI-nya PEARL S. BUCK tebitan gramedia. Tapi saya lebih suka ini, LAST EMPRESS terbitan HIKMAH-MIZAN. Tokohnya terasa lebih manusiawi, rasional dan matang. Alur ceritanya pu lebih masuk akal. Suka deh! 🙂

8. Catatan Hati di Setiap Sujudku. Asma Nadia dkk***
Buku yang bikin mbrebes mili.

9. I Have Touched The Moon. R. Chandran***
Buku anak-anak hasil berburu buku di library book sale kemarin. Bukunya tipis. Kalimatnya sedikit. Halamannya penuh gambar. Cocok untuk anak-anak usia preschool.

Selanjutnya buku anak-anak juga, kapan-kapan aja ah nulis judulnya.

9 Ramadhan: Princess Silvery Menang Lomba Cernak

PRINCESS SILVERY DAN SEPATU RODA AJAIB


Princess Silvery mempunyai sepatu unik berwarna hitam dan perak. Ada temali didepannya dan…beroda! Tak satupun penduduk Istana Langit memiliki sepatu seperti itu. Princess Roheline, sahabatnya dari Istana Bumi, memberikannya ketika berkunjung tiga hari lalu. Princess Silvery selalu memainkannya. Sepatu itu memancarkan sinar perak jika Princess Silvery memakainya. Sepupunya, Princess Viola, cemburu melihatnya. Ia pun menginginkannya. Diam-diam, ia mengambil sepatu itu saat Princess Silvery tidur.

*****


Princess Viola melesat kesana kemari. Sepatu beroda yang kini terpasang dikakinya meluncur cepat.
“TOLOOONG!” teriakkannya membangunkan Princess Silvery.
Princess Viola tak bisa mengendalikan sepatu itu. Sepatu itu bergerak sendiri. Ia menabrak pengawal istana, menyerempet pagar, memecahkan pot bunga. Tiba-tiba, sepatu itu mengurangi kecepatannya, meluncur perlahan dan berhenti tepat di tempat Princess Silvery berdiri.
“Ini sepatu roda istimewa. Ia mengenali pemiliknya.” kata Princess Silvery.
“Kalau kau memakainya dengan ijinku, sepatu ini akan memancarkan cahaya dan patuh kepadamu. Mengapa tak bilang padaku kalau kau ingin meminjamnya?” tanya Princess Silvery.
Princess Viola diam dan tertunduk malu.
“Sekarang, cobalah.”
Princess Viola terkejut, “Kau memaafkanku?”
Princess Silvery menjawab dengan senyum.
Ajaib! Sepatu itu tak lagi meluncur dengan sendirinya.
Princess Viola berputar-putar riang.
“Mulai hari ini, kita akan memainkannya bersama-sama.” kata Princess Silvery tulus.

*****

Masih belum benar-benar percaya kalau cerita anak ini memenangkan lomba *cubit-cubit pipi*. Tapi, rupanya para juri di lomba ini kesengsem juga dengan kisah Princess Silvery dan sepatu roda ajaibnya. Senangnya…tidak terkira. Menulis cerita anak merupakan pengalaman baru bagi saya. Miskin imaginasi dan minim fantasi merupakan salah satu kendala yang membuat saya ga pede untuk menulis cerita anak. Lomba ini memaksa saya untuk berani mencoba maka terciptalah cernak ini 🙂

Rasanya tidak berlebihan kalau ucapan terimakasih saya haturkan untuk dua bocah saya. Ide sepatu roda ajaib melintas di benak ketika mendengar ‘rengekan’ anak saya yang ingin main roller blade di bawah blok rumah susun kami.

Terimakasih sayang, alhamdulillah…Ummi mendapat hadiah manis di 9 Ramadhan:)