[Cernak 100 Kata]: NASIB NATALIA

Nasib Natalia

“Aku kesal!”
“Kepada?”
“Natalia karena sering mengejekku Si Pesek…”
“Lalu?”
“Aku tidak mau sekolah!”

Mama membelai rambutku.

“Kalau tidak sekolah, tidak ketemu Bu Rinda…”

Bayangan Bu Rinda menari-nari dipelupukku. Guru yang baik.

“Aku mau sekolah deh.”

*****


“MAMAAA…,” Teriakku.

Sepulang sekolah, aku berlari agar segera sampai rumah.

“Minum dulu. Lihat keringatmu, bercucuran.”
Segelas minuman kutandaskan.
“Natalia tidak sekolah!” kataku bersemangat.
“Kenapa?”
“Bu Rinda bilang tulang hidung Natalia patah!”
“Innalillaah…”
“Dia jatuh tersungkur sewaktu bermain sepeda. Hidungnya harus dioperasi. Natalia tidak bisa sekolah selama sebulan.”

“Kamu masih kesal dengannya?”

Aku terdiam lama lalu menggelengkan kepala.

“Kasihan Natalia ya, Ma.”

*****

Alhamdulillah, pas 100 kata.
Tulisan ini diikutsertakan di lomba menulis cernak 100 kata yang diadakan disini:
http://arynsis.multiply.com/journal/item/89?mark_read=arynsis:journal:89&replies_read=58

*****

Ketika Annida membaca tulisan ini, dia bilang, “Ummi, ini story untuk anak-anak ya?”
Senang deh Ummi mendengarnya karena berarti coretan Ummi ‘berbau’ anak-anak *PeDe* hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s